Longmarch Hari AIDS Sedunia

Bertepatan dengan Hari AIDS Sedunia, elemen mahasiswa Unit Aktivitas Tegazs dan MSCIA FK Universitas Brawijaya, bersama LSM Paramitra, LSM Sadar Hati, Ikatan Waria Malang (Iwama), serta beberapa simpatisan peduli AIDS mengadakan long march, Sabtu (1/12). Long march dimulai dari Alun-alun Bunder depan Balai Kota Malang dan berakhir di Alun-alun Kota Malang. Turut menyemarakkan acara, Kakang-Mbakyu Malang, Raka-Raki Malang, Putri Lingkungan Hidup, Putri Pariwisata, Miss Waria, dan Miss Kondom. Puluhan aktivis tersebut turun ke jalanan di kota Malang dengan tujuan untuk mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati pada meningkatnya wabah epidemi AIDS.

Dalam sambutannya, perwakilan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Dra Sutiarsi MSi menandaskan tingginya angka korban HIV/AIDS disebabkan lebih pada ketidaktahuan masyarakat yang kurang mengerti tentang proses penularan. Lebih dari 60% korban penyakit ini dipicu dari penggunaan jarum suntik yang tidak steril. Perlu diketahui, sejak dibentuk tahun 1997 hingga Oktober 2007, jumlah pengidap HIV/AIDS di kota Malang mencapai sekitar 1.130 orang. Dari jumlah tersebut, 81 orang ditemukan dari hasil zero survey, 588 orang dari hasil screening donor darah, 305 orang dari uji Voluntary Counseling and Testing (VCT), serta 156 orang dari data rumah sakit.

Salah satu perwakilan dari Unitas Tegazs Unibraw, Aulia Aziz mengungkapkan partisipasi yang diberikan sebagai simpatisan sebagai bentuk kepedulian atas wabah penyakit HIV/AIDS. Oleh sebab itu, aksi sosial yang ditunjukkannya berupa long march turun ke jalan sebagai upaya kontemplasi dan penyadaran masyarakat agar lebih berhati-hati. Tujuan lainnya yakni menyuarakan aspirasi ODHA yang cenderung dimarjinalkan oleh komunitas umum sehingga terkucil, bahkan dijauhi. ?Padahal mereka juga manusia dan HIV/AIDS itu tidak menular melalui kegiatan-kegiatan sosial, seperti bersentuhan atau berpelukan. Perlunya meluruskan opini masyarakat agar ODHA tidak merasa terkucil,? ungkapnya lagi. Untuk itulah, tujuan long march membentuk opini masyarakat agar perlakuan masyarakat lebih manusiawi. Di penghujung acara, dilakukan pelepasan balon yang menyimbolkan semangat perjuangan melawan HIV/AIDS serta cap tangan sebagai wujud kepedulian pada ODHA. [bhm]

sumber: http://prasetya.ub.ac.id/berita/Long-March-Hari-AIDS-Sedunia-7776-id.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *