712 Pelajar Kota Malang Terdeteksi Narkoba

Selama kurun waktu empat bulan, BNN (Badan Narkotika Nasional) Kota Malang melakukan screening ke pelajar Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di Malang. BNN menemukan sejumlah 712 pelajar terdeteksi mengkonsumsi narkotika, terdiri dari 4 siswa SD, 122 siswa SMP, dan 586 siswa SMA.

“Dari hasil blusukan empat bulanan lalu, kami menemukan ada anak kelas 6 SD mengkonsumsi ganja,” ungkap Ketua BNN Kota Malang AKBP Henry Budiman, Jumat (20/2), di Ruang Jamuan lantai 6 Kantor Pusat UB.

Sedangkan untuk Indonesia, jumlah pengguna narkoba tercatat sejumlah 4,2 juta pecandu. Jumlah ini sama dengan 49 % pecandu di seluruh dunia. Dan tiap harinya ada 50 orang yang mati karena narkoba. Kondisi ini dikatakan Presiden Joko Widodo sebagai kondisi darurat. Jumlah fantastis ini pulalah yang membuat Presiden membuat kebijakan eksekusi mati untuk pengedar.

Di tahun 2015 ini, Presiden mengintruksikan 100 ribu pecandu direhabilitasi. Angka tersebut sudah tergolong tinggi, karena tahun 2014 baru 18 ribu orang yang berhasil direhabilitasi.

Dikatakan Henry, saat ini paradigma penanggulangan narkoba sudah berubah. Pecandu itu harus direhabilitasi bukan dipenjarakan, sedangkan pengedar harus dihukum seberat-beratnya. Oleh karenanya ia menghimbau kepada masyarakat yang memiliki anggota keluarga pecandu agar dilaporkan untuk direhabilitasi. Karena bila tertangkap operasi polisi maka kemungkinan akan dipenjarakan.

“Orang tua yang menyembunyikan anak di bawah umur yang terkena narkoba bisa dikenakan tindak pidana, ” ungkapnya.

Saat ini, BNN memiliki empat pusat rehabilitasi gratis yakni di Bogor, Makassar, Batam, dan Kalimantan Selatan. Masa rehabilitasi dilakukan selama satu tahun satu bulan meliputi detoksifikasi, psikososial dan spiritual, terapi obat-obatan, serta konseling dan edukasi. Setelah melewati masa rehabilitasi, BNN setempat berkewajiban melakukan program aftercare untuk memantau kondisi mantan pecandu.

Tes Narkoba Untuk Dekan

Secara mendadak di acara rapat bersama Ketua BNN Kota Malang dan Kota Batu tersebut, para Dekan yang hadir diminta melakukan tes narkoba. Rektor Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS mengatakan tes ini adalah bentuk nyata kerjasama UB dan BNN.

Selanjutnya, tes akan dilakukan secara acak kepada mahasiswa dikomandoi oleh Wakil Rektor III.

Hasil tes menunjukkan semua peserta rapat yang memberikan urinnya bebas narkoba.

sumber : http://prasetya.ub.ac.id/berita/712-Pelajar-Kota-Malang-Terdeteksi-Narkoba-16162-id.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *